SIMBOL-SIMBOL PENUTUR AUSTRONESIA DI ASIA TENGGARA: STUDI KASUS DI KEPULAUAN MALUKU

Isi Artikel Utama

Lucas Wattimena

Abstrak

Makalah ini memberikan gambaran tentang bagaimana bentuk-bentuk simbol yang terdapat di perahu penutur austronesia di Kepulauan Maluku. Perahu yang dibahas dalam makalah ini adalah jenis perahu bercadik dan perahu dari susunan papan kayu. Bentuk2 simbol yang terdapat di perahu penutur Austronesia antara lain diklasifikasian dalam kategori simbol kesuburan, simbol manusia perempuan dan laki-laki, simbol flora dan fauna,  simbol siklus hidup (lahir,  dewasa dan kematian), simbol seks (alat reproduksi), simbol kekerabatan, simbol geometris, bergaris dan lingkaran.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Wattimena, L. . (2020). SIMBOL-SIMBOL PENUTUR AUSTRONESIA DI ASIA TENGGARA: STUDI KASUS DI KEPULAUAN MALUKU. Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, 3(1), 101-137. https://doi.org/10.24164/prosiding.v3i1.11
Bagian
Artikel

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Bellwood, P., Fox, J. J., & Tyron, D. (2006). The Austronesians : Historical And Comparative Perspectives. The Austronesians : Historical And Comparative Perspectives. Https://Doi.Org/10.26530/Oapen_458826

Harkantingsih, N. (2014). Pengaruh Kolonial Di Nusantara. Kalpataru Majalah Arkeologi, 4, 67–80. Https://Doi.Org/DOI: Http://Dx.Doi.Org/10.24832/Kpt.V23i1.51

Hersanti, N. J., Pangarsa, G. W., & Antariksa. (2008). Tipologi Rancangan Pintu Dan Jendela Rumah Tinggal Kolonial Belanda Di Kayutangan Malang. Arsitektur E-Journal, 1(3), 157–171.

Horridge, A. (2015). Perahu Layar Tradisional Nusantara (Diterjemah). Penerbit Ombak.

Lacsina, L. (2015). 2015_The_Butuan_Boats_Of_The_Philippine (1). 126–132.

Lapian, A. B. (2008). Pelayaran Dan Perniagaan Nusantara Abad Ke -16 Dan 17 (Cetakan Pe). Komunitas Bambu.

Liebner, H. H. (2005). Perahu-Perahu Tradisional Nusantara. Eksplorasi Sumberdaya Budaya Maritim, 53–124.

Mahdi, W. (1999). The Dispersal Of Austronesian Boat Forms In The Indian Ocean. Archaeology And Language, 3, 144–179.

Oktaviana, A. A., Lape, P. Van, & Ririmasse, M. N. (2018). Recent Rock Art Research On East Seram, Maluku: A Key Site In The Rock Art Of West Papua And South East Maluku. Kapata Arkeologi, 14(2), 135. Https://Doi.Org/10.24832/Kapata.V14i2.534

Oppenheimer, S., & Richards, M. (2001). Fast Trains, Slow Boats, And The Ancestry Of The Polynesian Islanders. Science Progress, 84(Pt 3), 157–181. Https://Doi.Org/10.3184/003685001783238989

Penyusun, T. (2014). Perahu Tradisional Di Kepulauan Maluku; Tinjauan Awal Perahu Tradisional Di Pulau Saparua, Maluku Tengah (Studi Etnoarkeologi).

Penyusun, T. (2016). Perahu Tradisional Di Kepulauan Maluku ; Tradisi Pembuatan Perahu Tradisional Di Wilayah Kepulauan Kei, Propinsi Maluku (Studi Etnoarkeologi).

Penyusun, T. (2017). Survei Arkeologi Di Kawasan Halmahera Utara, Privinsi Maluku Utara.

Penyusun, T. (2018). Budaya Penutur Austronesia Di Kepulauan Maluku; Tradisi Pembuatan Perahu Di Kepulauan Aru Provinsi Maluku.

Pham, C. M. H. (2016). An Interdisciplinary Approach To The Study Of Boats Of Central Vietnam. Journal Of Indo-Pacific Archaeology, 36, 25. Https://Doi.Org/10.7152/Jipa.V36i0.14913

Ririmasse, M. N. (2016). Boat Symbolism And Social Identity In The Southeast Mollucas. Naditira Widya, 4(2), 245. Https://Doi.Org/10.24832/Nw.V4i2.35

Ririmasse, M. N. R. (2007a). Ruang Sebagai Wahana Makna: 3(November).

Ririmasse, M. N. R. (2007b). Tinjuan Kembali Seni Cadas Di Maluku. Kapata Arkeologi, 3(4), 1–21.

Ririmasse, M. N. R. (2011). Kepulauan Maluku Tenggara.

Simanjuntak, T. (2011). Austronesia Prasejarah Di Indonesia. Austronesia & Melanesia Di Nusantara : Mengungkap Asal Usul Dan Jati Diri Dari Temuan Arkeologis, 1–22.

Tamaela, C. I. (2016). Falsafah Siwalima Dalam Simbol-Simbol Tradisional Maluku. Menelusuri Identitas Kemalukuan, 641–666.

Tanudirdjo, D. A. (2011). Interaksi Austronesia -Melanesia : Kajian Interpretasi Teoritis. Austronesia & Melanesia Di Nusantara : Mengungkap Asal Usul Dan Jati Diri Dari Temuan Arkeologis, 23–42.

Tanudirjo, Daud A. (2001). Islands In Between: Prehistory Of The Northeastern Indonesian Archipelago. Unpublished Phd Thesis. 2(December).

Tanudirjo, Daud Aris. (2009). Memikirkan Kembali Etnoarkeologi. Jurnal Penelitian Arkeologi Papua Dan Papua Barat, 1(2), 3–15. Https://Jurnalarkeologipapua.Kemdikbud.Go.Id/Index.Php/Jpap/Article/View/119

Wattimena, L. (2017). Cosmology Of Habo Tetear Kei People , Southeast Molluccas. Purbawidya, 6(1), 33–42.

Wattimena, L. (2016). Budaya Maritim Komunitas Berpenutur Austronesia Di Maluku Tengah, Kepulauan Maluku. Menelusuri Identitas Kemalukuan, 519–540.

Wibisono, S. C. (2014). Arkeologi Natuna : Koridor Maritim Di Perairan Laut Cina Selatan. Kalpataru Majalah Arkeologi, 23(2), 81–150.

Wolter R Hetharia, Eliza R De Fretes, F. G. Dan A. J. T. (2016). Kora-Kora Warisan Budaya Maluku Yang Segera Dikembangkan. Menelusuri Identitas Kemalukuan, 259–288.

HASIL DISKUSI

Pertanyaan

Ary Sulistyo (TACB Kota Depok)

Apakah hanya perahu bercadik saja yang menunjukkan Austronesia di Maluku? Bagaimana dengan tradisi maritim lainnya seperti tradisi sasi di Nusa Tenggara?

Jawaban

Tradisi Austronesia banyak namun dalam penelitian hanya membahas mengenai perahu. Di Maluku hanya ada dua tipe perahu, perahu yang terbuat dari susunan papan kayu dan yang bercadik menggunakan satu batang pohon yang dilubangi tengahnya. Keduanya merupakan bagian dari sistem kemaritiman. Sementara tradisi sasi merupakan strategi mengelola sistem kelautan, bagian kecil dari sistem kemaritiman.