SITUS-SITUS NEOLITIK DI SEPANJANG SUNGAI TASIKMALAYA DAN LEBAK: JEJAK PENUTUR AUSTRONESIA DI PEDALAMAN JAWA BAGIAN BARAT

Isi Artikel Utama

Nurul Laili

Abstrak

Tujuan tulisan ini akan mengungkap jejak penutur Austronesia di pedalaman di Jawa bagian barat berdasarkan tinggalan neolitik. Situs situs neolitik baik di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tasikmalaya terletak di sepanjang aliran sungai. Tulisan ini menitikberatkan pada situs situs hasil penelitian tim Balai Arkeologi Jawa Barat di Kawasan Cineam, Tasikmalaya dan Kawasan Cibeureum, Lebak. Metode yang digunakan adalah induktif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sungai menjadi pilihan untuk lokasi aktivitas neolitik.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Laili, N. . (2020). SITUS-SITUS NEOLITIK DI SEPANJANG SUNGAI TASIKMALAYA DAN LEBAK: JEJAK PENUTUR AUSTRONESIA DI PEDALAMAN JAWA BAGIAN BARAT. Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, 3(1), 109-116. https://doi.org/10.24164/prosiding.v3i1.12
Bagian
Artikel

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Bellwood, P. (2000). Prasejarah Kepulauan Indo-Malasyia (Revisi). PT Gramedia Pustaka Utama.

Bellwood, P. (2007). Prehistory of the Indo-Malasyian Archipelago (3ed ed.). The Australian National University Press.

Laili, N. (2015). Pola Keletakan Situs-Situs Neolitik di Kawasan Cineam, Tasikmalaya. PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, Vol. 4 No., 97–108.

Laili, N. (2019). Penempatan Situs-Situs Neolitik Di Das Cibeureum Lebak Banten. Panalungtik, Vol 2. No., 77–94.

Mahirta. (2006). The Prehistory of Austronesian Dispersal to the Southern Islands of Eastern Indonesia. In T. dkk Simanjuntak (Ed.), Proceedings of the International Symposium Austronesian Diaspora and The Ethnogeneses of People in Indonesian Archipelago (hal. 141–145). LIPI.

Noerwidi, S dan Priyanto, H. (2011). Awal Kolonisasi Austronesia di Tenggara Pulau Jawa: Perspektif Situs Kendenglembu. Amerta, Vol,29. No, 45–60.

Robinson, T. (2006). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasinya (Revisi). Bumi Aksara.

Simanjuntak, T. (1992). Neolitik di Indonesia: Neraca dan Perspektif Penelitian. Jurnal Arkeologi Indonesia. Jurnal Arkeologi Indonesia No.1, 117–130.

Simanjuntak, T. (2015). Progres Penelitian Austronesia Di Nusantara. Amerta, 33(1), 25. https://doi.org/10.24832/amt.v33i1.211

Sudarti, D. (2005). Pola Persebaran Situs-Situs Religi di Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.Bandung: Balai Arkeologi Jawa Barat

HASIL DISKUSI

Pertanyaan

Budianto Hakim (Balai Arkeologi Sulawesi Selatan)

Adanya keraguan untuk mengambil sampel dating situs Lebak dan Tasikmalaya. Seharusnya jangan ragu karena diambil dari lapisan tanah yang tidak terganggu. Apakah tadi yang dianggap tatal tersebut benar tatal atau serpih? Tidak menutup kemungkinan Austronesia dapat memproduksi alat serpih mengadopsi teknologi dari pendahulunya. Contohnya beberapa lokasi yang diekskavasi di Sulawesi masih menemukan serpih. Mungkin ada pertemuan dengan non-Austronesia di mana mereka saling tukar informasi teknologi.

Jawaban

Nurul Laili, S.S. (Balai Arkeologi Jawa Barat)

Peneliti akan coba menganalisis dengan lebih detail.