JEJAK BUDAYA AUSTRONESIA DI KAWASAN PERKEBUNAN PENINGGALAN ZAMAN HINDIA BELANDA

Isi Artikel Utama

Lia Nuralia

Abstrak

Perkebunan peninggalan zaman Hindia Belanda banyak ditemui di wilayah Jawa Barat.
Kawasan perkebunan memiliki jejak budaya akibat kolonisasi orang-orang Barat di Hindia
Belanda. Kolonisasi sekelompok manusia ke wilayah baru yang sudah berpenghuni,
mengakibatkan interaksi budaya. Budaya lokal mengalami perkembangan dengan sentuhan
budaya pendatang. Sebelum kedatangan bangsa Barat telah terjadi intrusi budaya di kepulauan
Nusantara yang dibawa oleh masyarakat penutur bahasa Austronesia. Ada tiga jenis intrusi
budaya, yaitu budidaya tanaman, tata kelola air, dan pola pemukiman menetap. Dalam tulisan
ini hanya dua jenis intrusi budaya yang dibahas, yaitu budaya tanaman dan tata kelola air.
Kedua instrusi budaya tersebut telah mengalami pembaruan dengan masuknya unsur budaya
modern Barat, yang dibawa para koloni Eropa. Pembaruan budaya dari budaya tradisional
(Austronesia) dan budaya Modern (Barat) menghasilkan budaya baru dengan pola baru hasil
adaptasi, evolusi, dan interaksi budaya.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Nuralia, L. . (2020). JEJAK BUDAYA AUSTRONESIA DI KAWASAN PERKEBUNAN PENINGGALAN ZAMAN HINDIA BELANDA. Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, 3(1), 155-165. https://doi.org/10.24164/prosiding.v3i1.18
Bagian
Artikel

Referensi

Corio, Dean. Kiki Khananda. Khansa

Salsabila S. 2019. Analisa Potensi

Embung ITERA sebagai Pembangkit

Listrik Tenaga Pico Hydro (PLTPH).

Teknik Elektro, Institut Teknologi

Sumatera. Jurnal Nasional Teknik

Elektro, Vol. 8 No. 3, November

97-103.

Kartodirdjo, Sartono dan Djoko Surjo. 1991.

Sejarah Perkebunan di Indonesia:

Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta:

Aditya Media.

Kinacultuur, De Indienstellingen van

Inlandse Personen bij de

gouvernements kina Onderneming

-1901 (Algemene Secretarie

Grote Bundel Besluit 1891-1942,

No. Invetaris: 835)

Munandar, Agus Aris 2012. Kebudayaan

Asutronesia sebagai Akar Peradaban

Nusantara: Ornamen pada Nekara

dan Artefak Perunggu lainnya.

Majalah Arkeologi Indonesia. FIB –

UI, Depok 2012

Nuralia, Lia. 2019. PPt dalam Evaluasi

Hasil Penelitian Arkeologi (Ehpa)

Nasional. Jakarta: Puslit Arkenas

Nuralia, Lia. 2019. Laporan Penelitian

Arkeologi Bangunan dan Produksi

Perkebunan Kina Kabupaten

Bandung Barat dan Sekitarnya,

Provinsi Jawa Barat Abad XIX-XX.

Bandung: Balai Arkeologi Jawa

Barat (tidak diterbitkan).

Picture from The Archives of the Royal Tropical

Museum Amsterdam) (Dokumentasi

Rumah Manajer Perkebunan

Kertamanah, 2019)

Winarno, Basuki dan Amdhika Putra

Widyadharma. 2018. Air Embung

Sumber Energi Alternatif Untuk

Pembangkit Listrik. Politeknik

Negeri Madiun. Journal of Electrical

Electronic Control And Automotive

Engeenering/JEECA) (Vol. 2, No. 3,

November 2018: 213-216).

Wulandari, Ratri. 2019. PPt. dalam Sosialisasi

Hasil Penelitian Arkeologi Balai

Arkeologi Jawa Barat. Bandung.

Van Dr. C. JJ. Van Gall en C. Van De

Koppel.1946. De Lanbouw In Den

Indischen Archipel I; De Landbouw

In Den Indischen Archipel, Uitgeven

Onder Redactie In drie deelen. Deel

, Algemeen Gedelte )

Van Dr. C. JJ. Van Gall en C. Van De Koppel.

De Lanbouw In Den Indischen

Archipel IIa; De Landbouw In Den

Indischen Archipel, Uitgeven Onder

Redactie. In drie deelen. Deel 1Ia,

Algemeen Gedelte.MCMXLVI)

HASIL DISKUSI

Pertanyaan

Lucas Wattimena (Balai Arkeologi

Maluku)

Sistem perkebunan yang dipresentasikan

memperlihatkan model manajemennya

saja, apakah dapat disampaikan sejarah

proses perkebunan tersebut? Mungkin

juga lebih baik memperlihatkan model

manajemen perkebunan tersebut?

Jawaban

Sejarah dan model manajemennya

telah diterangkan secara lengkap dalam

laporan hasil penelitian. Pada presentasi

kali ini saya sengaja melewatkan untuk

menyesuaikan dengan waktu yang

disediakan. Penulisan makalah nanti

akan diuraikan secara singkat mengenai

sejarah dan model manajemen

perkebunan, dengan tetap fokus pada

jejak Austronesianya.