ISLAM DAN ENTITAS KEBUDAYAAN DALAM RITUAL PEMBACAAN KIDUNG RAHAYU DI DESA CIKEDUNGLOR INDRAMAYU

Isi Artikel Utama

Wahyu Iryana

Abstrak

Masyarakat Indramayu dikenal memiliki budaya yang khas, dan unik. Identitas budaya Indramayu dianggap sebagai deskripsi dari generalisasi jatidiri individual maupun komunal etnik Indramayu dalam berperilaku dan berkehidupan. Kehidupan mereka di tempat asal maupun di perantauan kerapkali terbawa budaya asal daerah. Konteks Tradisi Kidung Rahayu karya Sunan Kalijaga misalnya oleh masyarakat Cikedunglor selain sebagai upaya pelestarian budaya juga diaplikasikan sebagai upaya mengusir gangguan dari roh-roh jahat diwujudkan dengan penggunaan berbagai kidung selamat. Data yang digunakan adalah kidung Rahayu berbentuk teks dan lisan yang masih dan pernah digunakan. Metode penelitian diawali dengan heuristik, kritik sumber, intepretasi dan Historiografi. Hasil dari penelitian adalah Pertama, struktur teks yang terdiri atas analisis formula sintaksis, ragam diksi dan gaya bahasa serta tema atau isotopi. Kedua, referensi leksikon dalam kidung Rahayu Ketiga, cermin konsep hidup rahayu orang Cikedunglor Kabupaten Indramayu dideskripsikan oleh kalimat-kalimat dan penggunaan leksikon dalam kidung Rahayu. Ada beberapa kalimat yang mencerminkan konsep hidup rahayu orang Indramayu di Cikedunglor kemunculan leksikon wardaya (sanubarinya), rinaksa (dijaga), sarira hayu (selamat), kinarya (digunakan), pinayunga (dipayungi), ingideran (dikelilingi) lebih dominan dibandingkan leksikon lainnya.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Iryana, W. . (2020). ISLAM DAN ENTITAS KEBUDAYAAN DALAM RITUAL PEMBACAAN KIDUNG RAHAYU DI DESA CIKEDUNGLOR INDRAMAYU. Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, 3(1), 205-213. https://doi.org/10.24164/prosiding.v3i1.23
Bagian
Artikel

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ed. III. Jakarta: Depdiknas RI dan Balai Pustaka.

Azra, Azumardi. 1999. Konteks Berteologi di Indonesia: Pengalaman Islam. Cet. I. Jakarta: Paramadina.

Chaer, Abdul. (2007). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia EdisiKeempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Duranti, Alessandro. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.

Duranti, Alessandro. (2004). A Companion to Linguistic Anthropology. Australia:

Blackwell Publishing Ltd.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media.Yogyakarta.LKIS

Foley, William A. (2001). Anthropological Linguistics. Massachusetts: Balckwell Publisher Inc.

Geertz, Clifford. (1981) Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyaraka Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya.

Glaser, N & Moynihan, DP (Eds.) 1981. Etnicity: Theory and Experience. Cambridge: Harvard University Press.

Herusatoto, Budiono. (2008). Banyumas: Sejarah, Budaya, Bahasa, dan Watak.

Yogyakarta: Lkis.

Hymes, Dell. (1980). “Models of Interactions of Language and Social Life”. Dalam John J. Gumperz dan Dell Hymes, eds. Direction inSociolinguistics. New York: Holt, Rinehart and Winston Inc.

Hymes, Dell. (1980). Foundations in Sociolinguistics: An Ethnograpics Approach

Philadelpia: University of Pennsylvania Press.

Kasim, Supali. (2013). Budaya Dermayu. Yogyakarta: Poestakadjati.

Kasim, Supali. (2011). Menapak Jejak Sejarah Indramayu. Yogyakarta: Frame publishing.

Koentjaraningrat. (1981). Metode-MetodePenelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Koentjaraningrat. (1981). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: DianRakyat.

Koentjaraningrat (red.). (1976). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta:

Djambatan.

Kridalaksana, H. (2001). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, H. (2007). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Miles, M.B., & Huberman, A.M. (1992). Analisis Data Kualitatif : Buku Sumber

Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI-Press.

Moleong, L. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

MPSS, Pudentia, peny. (1998). Metodologi Kajian Tradisi LisanJakarta:Yayasan Obor Indonesia.

Nuryani. (2010). Wacana Ritual Selamatan di Pasarean Gunung Kawi Malang-Jawa Timur: Kajian Linguistik Antropologis. Disertasi pada Fakultas IlmuBudaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Pusat Bahasa. (2001). KamusBesarBahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustak

Ramlan, M. (2001). Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis. Yogyakarta: CV Karyono.

Ratna, Nyoman Kutha. (2011). Estetika Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahman, Fazlur. 1999. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition Chicago; The university of Chicago Press

Sibarani, Robert. (2004). Antropolinguistik. Antropologi Linguistik, LinguistikAntropologi. Medan: Poda.

Sitaresmi, N.& Mahmud F. (2011). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Bandung: UPI Press.

Soedjijono, Kusnadi Adi Wiryawan, & Imam Hanafi. (1987). Struktur dan IsiMantra Bahasa Jawa Di Jawa Timur. Jakarta: Departemen Pendidikan danKebudayaan.

Sudaryanto. (1998). Metode Linguistik Bagian Kedua: Metode dan Aneka Teknik

Pengumpulan Data. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Warnaen, Suwarsih dkk. (1987). Pandangan Hidup Orang Sunda: SepertiTercermin dalam Tradisi Lisan dan Sastra Sunda. Bandung: BagianProyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundalogi), Direktorat Jendral Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Wiyata, A. Latief. 2002. Carok; Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Indramayu. Yogyakarta: LKiS.

Wiyata, A. Latief. 2003. Indramayu yang Patuh?; Kajian Antropologi Mengenai Budaya Indramayu. Jakarta: CERIC-FISIP UI.

Sumber Internet

Astro, Masuki M. 2006. orang Indramayu peramah yang Sering Dikonotasikan Negatif. (http://www.mamboteam.com) diakses 4 November 2006.

Wiyata, A. Latief. 2005. Model Rekonsiliasi Orang Indramayu. (http://www.fisip.ui. edu/ceric) diakses 16 Agustus 2006.

HASIL DISKUSI

Tidak ada pertanyaan