SIKAP SPIRITUAL MASYARAKAT JAWA TERHADAP FENOMENA MISTIK KAJIAN TERHADAP SIKAP ORGANISASI NAHDHATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH TERHADAP FENOMENA MISTIK

Isi Artikel Utama

Arif Budiman

Abstrak

Akhir-akhir ini fenomena mistik ramai diperbincangkan di ruang publik. Apalagi setelah beberapastasiun TV swasta  membuat program dengan tema mistik.Sebagai sebuah kenyataan, hal-hal mistik ini memiliki korelasi dengan spiritualitas (Islam).Fenomena mistikyang ada di TV semisal “Karma” dan “Sirqol” atau Siraman Qolbu, akhir-akhir ini menjadi sangat fenomenal. Fakta ini seperti sedang menegaskan bahwa Islam tidak bisa berhenti pada hal yang bersifatritualistik atau hanya fisik, namun ada aspek lain. Salah satunya adalah aspek mistik saja. Bagaimanakah mistik (baca: klenik) ini disikapi oleh kelompok-kelompok Islam? Khususnya bagaimana NU dan Muhammadiyah mensikapi fenomena ini. NU cenderung berakulturasi, sementara Muhammadiyah menolak. Penolakan Muhammadiyah tidak serta merta menghilangkan tradisi mistik. Alih-alih budaya mistik itu hilang, realitasnya, kini makin berkembang. Kesimpulan dapat ditarik bahwa Agama (baca: Islam) bukan hanya harus rasional, namun juga Agama (baca: Islam) punya argumentasi atau jawaban atas masalah mistis. Metode penelitian ini adalah Metode Sejarah yang meliputi. Heuristik berupapengumpulan fakta-fakta yang ada, verifikasi dilakukan dengan melakukan kritik sumber, interpretasi yaitu menafsirkan dan melakukan analisis terhadap fakta-fakta tersebut. Dan tahap akhir penelitian ini adalah historiografi yaitu menuliskan hasil interpretasi dari tahap-tahap yang dilakukan sebelumnya.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Budiman, A. . (2020). SIKAP SPIRITUAL MASYARAKAT JAWA TERHADAP FENOMENA MISTIK KAJIAN TERHADAP SIKAP ORGANISASI NAHDHATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH TERHADAP FENOMENA MISTIK. Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, 3(1), 247-256. https://doi.org/10.24164/prosiding.v3i1.27
Bagian
Artikel

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Abu Daud, Muhamamad. 1983. Kitab Sunan Abu Daud No. 3132. Diponegoro.Bandung

Armstrong, Karen. 2004. Sejarah Tuhan: Kisah Pencarian Tuhan yang dilakukan oleh Orang-orang Yahudi dan Islam selama lebih dari 4.000 Tahun. Bandung: Mizan.

Geertz, Clifford. 2013. Agama Jawa: Abangan, Santri, Priayi dalam Kebudayaan Jawa. Jakarta: Komunitas Bambu.

Swie, Tan Koen. 1958. Serat Darmogandul Cetakan ke-V. Kediri

Munir Mulkhan, Abdul. 2012, Islam Kultural Kiai Dahlan: Mengembangkan Dakwah Muhammadiyah Secara Cerdas dan Maju Bersama Kiai Ahmad Dahlan. Jakarta: Grafindo Khasanah Ilmu.

Nurrohmat, Binhad dkk. 2014. Jimat NU. Arruz-Media.

Noor, Rohinah M. 2010. KH. Hasyim Asy’ari Memodernisasi NU dan Pendidikan Islam. Grafindo Khasanah Ilmu.

Ricklefts. 2000. Sejarah Modern. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Schimmel, Annemarie. 2012. Dimensi Mistik Dalam Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Shasangka, Damar. 2017. Sabda Palon: Kisah Nusantara yang Disembunyikan. Dolphin. Bamten

Woodward, Mark R. 2004. Islam Kejawen: Kesalehan Normatif Versus Kebatinan. Yogyakarta. LKiS.2004

Website:

Arif Budi Utomo, Sang Penjaga (Ghaib): Kisah Spiritual Mas Dikontole. 25 Juli 2012. https://www.kompasiana.com/arifbudiutomo/5512748ba333116359ba7e38/sang-penjaga-ghaib-kisah-spiritual-mas-dikontol

Mona Kriesdinar, Jasa Pesuguhan Marak diInternet, Mulai Dari Nihai Jin, Pasang Susuk, Hingga Banjir Uang Tanpa Tumbal,15 November 2019 https://jogja.tribunnews.com/2019/11/15/jasa-pesugihan-marak-di-internet-dari-nikahi-jin-pasang-susuk-hingga-banjir-uang-tanpa-tumbal?page=3

Fatwa Majelis Tarjih, Seputar Upacara tahlilan, hal.1, 27 April 2016, http://m.muhammadiyah.or.id/id/artikel-seputar-upacara-tahlilan-detail-621.html

Keputusan Bahtsul Masail Maudhu'iyah, PWNU Jawa Timur Tentang ISLAM NUSANTARA di Universitas Negeri Malang, 13 Februari 2016, https://ltnnujabar.or.id/keputusan-bahtsul-masail-maudhuiyah-pwnu-jawa-timur-tentang-islam-nusantara/

Nugraha Entra. Sikap Muhammadiyah Tentang Tahlilan. 12 Mei 2013. https://www.kompasiana.com/nugrahaentra/55282af5f17e6197218b45d5/sikap-muhammadiyah-tentang-tahlilan

HASIL DISKUSI

Pertanyaan

Amaranggana Ratih Mradipta (Universitas Negeri Yogyakarta)

Tadi pembahasannya mengenai Mistik dan Islam Dalam Masyarakat Jawa menggunakan metode Historigrafi, pertanyaannya heuristiknya bagaimana caranya? Menggunakan sumber sejarah lisan darimana dan dimana titik terhadap bias terhadap masyarakat Jawa menghadapi spiritualitasnya tersebut? Kemudian goalsnya dalam penelitian ini apa? Apakah memaksa Muhammadiyah dan NU untuk mengakui tentang spiritualitas ini atau ada goals lainnya?

Yaser Arafat, M.A (Universitas Islam Negeri Sunan KalijagaYogyakarta)

Pembahasan mistik dari sisi yang mas mau angkat sudah banyak dibahas, lebih baik membahas dari sisi bagaimana mistik tersebut mengalami popularisasi atau mungkin terobosan baru seperti santet. Mungkin bisa dikaji perubahan materi menjadi energi, kemudian sampai bentuk materi lagi.

Jawaban

Terkait dengan metodologi, yang jelas titik fokus pada penelitian ini berkaitan sikap ataupun perilaku spiritual sehingga dalam mengumpulkan data-data dengan ada beberapa buku seperti pemuda NU yaitu jimat NU. Disitu ada penjelasan, bagaimana NU menyikapi persoalan mistik. Memang ada dua kelompok yang bersikap akomodatif, tetapi harus tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariah. Untuk Muhammadiyah saya melihat keputusan Majelis Tarjih yang menyatakan secara tegas menolak, termasuk pengajian tahlilan 7 hari, 40 hari. Baru bahan ini yang saya perdalam kaji. Jika ingin membandingkan dengan kelompok yang lain, saya mencoba mendengar dari beberapa ceramahnya. Lalu seluruhnya saya merangkum dan melihat pandangan mereka soal mistik tersebut (itu historiografi nya). Tujuan lainnya dari penelitian ini adalah orang/individu harusnya memiliki kesadaran spiritualitas. Kesadaran spiritualitas yang positif menurut saya adalah ketika orang tersebut mengalami jalan melalui pengalaman mistik. Kalo tujuan utamanya lebih pada misalnya NU punya sikap ada yang akomodatif dll.

Mengenai penelitian ini, saya belum menemukan penelitian lain seperti yang saya buat. Bahwa penelitian mistik seperti ini telah banyak dilakukan, memang itu benar, tapi penelitian sejenis ini yang meneropong sikap NU dan Muhammadiyah, saya yakin belum ada yang melakukan penelitian jenis atau tema ini. Kalau pun ada saya tetap mempertahankan makalah ini dengan tambahan atau pembeda berupa asumsi, sikap,. Jika sudah ada penelitian ini, tapi saya belum menemukan adanya penelitian dengan tema yang sama dengan penelitian saya.