KEKUASAAN DAN KEPEMIMPINAN BERDASARKAN TEKS NASKAH KUNA SUNDA

Isi Artikel Utama

Agus Heryana

Abstrak

Kekuasaan lahir dari pemusatan kekuatan Tuhan pada diri melalui ajaran yang diyakininya yang berimplikasi pada kesetiaan dan ketaatan pengikutnya. Kekuasaan dan kepemimpinan


masa lalu mencakup 3 (tiga) hal yaitu (1) sistem pemerintahannya yang berfungsi sebagai alat komunikasi antara penguasa dan rakyatnya, (2) kriteria kepemimpinan, dan (3) sumber kepemimpinan  itu  sendiri.    Dinamika  kerajaan  dan  penguasanya  mengalami  pasang  surut sesuai dengan kemampuan dan keteguhan dalam menjalankan ajaran kehidupannya. Bentuk pemerintahan kerajaan Sunda yang didasarkan pada Tritangtu di bumi sesungguhnya bersumber pada ajaran-ajaran kehidupan yang menjadi pedoman penguasanya. Sumber kehidupan itu tercatat pada naskah-naskah Sunda Kuna, seperti: Carita Parahiyangan, Siksa Kandang Karesian, Sewaka Darma, Amanat Galunggung. Naskah–naskah tersebut ditelusuri kandungannya dengan menggunakan metode konten analisis (content analysis)

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Heryana, A. . (2019). KEKUASAAN DAN KEPEMIMPINAN BERDASARKAN TEKS NASKAH KUNA SUNDA. Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, 2(1), 65-85. https://doi.org/10.24164/prosiding18/06
Bagian
Artikel

Referensi

Atja. (1968 a). Carita Parahiyangan. Titilar Karuhun Sunda. Bandung: Nusalarang.

-------------. (1970 b).Ratu Pakuan. Bandung: Lembaga Bahasa dan Sedjarah

Atja dan Saleh Danasasmita(1981c).Carita Parahiyangan: Transkripsi, Terjemahan dan Catatan.

Bandung: Proyek Pengembangan Permuseuman Jawa Barat.

Atja dan Ayatrohaedi (1986).Nagarakretabhumi I.5. Bandung: Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Direktorat Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Atja dan Edi S.Ekadjati(1987).Pustaka Rajya Rajya I Bhumi Nusantara I.1. Bandung: Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Direktorat Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ayatrohaedi dan Sri Saadah.(1995a) Janiniskala: Kehidupan Kerohanian Masyarakat Sunda Sebelum Islam. Jakarta: Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Pusat Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ayatrohaedi.(2002b). Kepemimpinan Dalam Masyarakat Sunda Berdasar Naskah. Balai Kajian

Jarahnitra Bandung(Makalah)..

Danasasmita, Saleh dkk. (1983-1984a). Rintisan penelusuran masa silam Sejarah Jawa Barat, jilid ketiga.Proyek Penerbitan Sejarah Jawa Barat Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat.

-------------..(1983-1984b).Rintisan penelusuran masa silam Sejarah Jawa Barat, jilid keempat.

Proyek Penerbitan Sejarah Jawa Barat Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat.

Danasasmita, Saleh dan Anis Djatisunda(1986c).Kehidupan Masyarakat Kanekes. Bandung: Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Ditjen Kebudayaan Depdikbud.

Danasasmita, Saleh,dkk. (1987d).Sewakadarma, Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat Galunggung: Transkripsi dan Terjemahan. Bandung: Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi) Ditjen Kebudayaan Depdikbud.

Danasasmita,Saleh. (2003e). Nyukcruk Sajarah Pakuan Pajajaran jeung Prabu Siliwangi.

Bandung: Kiblat Buku Utama.

Darsa, U. A., dkk. (2000).Tinjauan Filologis Terhadap Fragmen Carita Parahyangan: Naskah Sunda Kuno Abad XVI Tentang Gambaran Sistem Pemerintahan Masyarakat Sunda. Sosiohumaniora 2: 57-63.

-------------. (1998). Sang Hyang Hayu: kajian filologi naskah bahasa Jawa Kuno di Sunda pada

abad XVI.. Tesis Magister. Bandung: Pascasarjana Universitas Padjadjaran. Endraswara,Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS Ensiklopedi Nasional Indonesia (ENI).1991. Jakarta: Cipta Adi Pustaka

Jatisunda,Anis (2002).Teulu Tangtu Sistem Kepemimpinan Tradisional Masyarakat Adat Urang

Rawayan dan Pancer Pangawinan. Balai Kajian Jarahnitra Bandung. Hardjasaputra, A. Sobana. Bupati di Priangan. Bandung: Pusat Studi Sunda.

Heryana,Agus. (2010). Tritangtu Di Bumi Di Kampung Naga. Bandung: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung

Heryana,Agus. “Jejak Kepemimpinan Orang Sunda: Pemaknaan Ajaran Dalam Naskah Carita

Parahyangan (1580)”PatanjalaVol. 6 No. 2, Juni 164 2014: 163-178. Noorduyn,J dan A.Teeuw (2009).Tiga Pesona Sunda Kuna. Jakarta: Pustaka Jaya.

Permana,Rangga Saptya Mohamad. Makna Tri Tangtu Di Buana Yang Mengandung Aspek Komunikasi Politik Dalam Fragmen Carita Parahyangan.Jurnal Kajian Komunikasi, Volume 3, No. 2, Desember 2015 hlm 173-191.

Riffaterre,Michael. 1978. Semiotics of Poetry. Bloomington & London: Indiana University Press. Sardiman AM,. Konsep Kekuasaan Dalam Tradisi Budaya Jawa. Cakrawala Pendidikan Nomor

Tahun XI Februari 1992.

Suhamir,2009. Pulung Karaton Pajajaran. Bandung: Pusat Studi Sunda

Supardi, Imam. tt. Metodologi Penelitian. Bandung:Program Pascasarjana UniversitasPadjadjaran. Soemardjan,Selo (1964). Setangkai Bunga Sosiologi. Yayasan Badan Penerbit fakultas

Ekonomi Universitas Indonesia.

Soekanto, Soerjono(1985).Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: CV. Rajawali. Teeuw, A. 1983. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.

Toyibin Wiranatakusumah, Otong (2002) “Aktualisasi Tri Tangtu di Bumi pada kehidupan orang

Sunda Dewasa Ini” Balai Kajian Jarahnitra Bandung.

Internet:

Hardjasaputra, A. Sobarna http://sundaislam.wordpress.com/2008/02/02/budaya-kekuasaan- sunda-analisishistoris/