SIMBOL DAN HIERARKI PENUTUR AUSTRONESIA PADA BUDAYA MEGALITIK PASEMAH, SUMATERA SELATAN

Isi Artikel Utama

Triwurjani

Abstrak

Interaksi budaya asli Indonesia dan penutur Austronesia di Sumatera Selatan, banyak menghasilkan objek-objek batu yang dibentuk sedemikian rupa  yang dikenal sebagai budaya megalitik Pasemah.  Bentuk dari peninggalan budaya tersebut antara lain berupa arca, bilik batu, dolmen, menhir, tetralith lukisan kubur batu, dsb. Bentuk dan keletakan objek megalitik tersebut adalah cerminan dari kehidupan sosial masyarakat pada waktu itu. Sebagai suatu simbol, tentu saja objek dan tata letak mempunyai arti atau makna.  Makna tersebut dapat ditelusuri antara lain melalui metode semiotik yang mengetengahkan denotasi dan konotasi. Hasil analisis membuktikan bahwa bentuk-bentuk simbol tersebut merupakan hasil interaksi  atau percampuran dari budaya asli Indonesia dan penutur austronesia yang datang dari luar. Simbol-simbol tersebut merupakan  cerminan adanya hierarki pada kehidupan sosial budaya megalitik Pasemah seperti pimpinan, bangsawan, masyarakat biasa, dan budak.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Triwurjani. (2020). SIMBOL DAN HIERARKI PENUTUR AUSTRONESIA PADA BUDAYA MEGALITIK PASEMAH, SUMATERA SELATAN. Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, 3(1), 43-52. https://doi.org/10.24164/prosiding.v3i1.5
Bagian
Artikel

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Bellwood, P., 1995. Austronesian Prehistory in Southeast Asia: Homeland, Expansion and Transfomation”. In D. T. (eds Peter Bellwood, James J. Fox, ed. The Austronesia: Historical and Comparative Perspective,. Canberra: ANU Press, pp. 98–111.

Bellwood, P., 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia, Jakarta: Gramedia Oustaka Utama.

von Geldern, R., 1945. Prehistoric research in the Netherlands Indies. Science and scientists in the Netherlands Indies, New York, pp.129–167.

van der Hoop, A.N.J.T. a. T., 1932. Megalithic Remain in South Sumatra, Zuthpen Netherland: W.J. Thieme and Cie.

Koentjaraningrat, 1992. Pokok-Pokok Antropologi Sosial., Jakarta: Dian Rakyat.

Magetsari, N., 2016. “Nilai Kebudayaan Lama Menatap Masa Depan.” In Perspektif Arkeologi Masa Kini dalam Konteks Indonesia. Jakarta: Kompas Media Nusantara, pp. 10–38.

Oktaviana, A.A. et al., 2012. Penelitian Hunian Prasejarah di Gua Harimau, Padang Bindu OKU, Sumatera Selatan, Jakarta.

Roland Barthes, 1986. Elements of Semiology translated from the French by Annette Lavers and Colin Smith. Hill and Wang, New York: A Division of Farra, Straus and Giroux.

Simanjuntak, T., 2015. Progres Penelitian Austronesia Di Nusantara. AMERTA JURNAL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ARKEOLOGI, 33 no. 1, pp.25–44.

Simanjuntak, T., 2017. The Western Route Migration A Second Probable Neolithic Diffusion to Indonesia,. In Philip J. Piper dkk, ed. News Pesprvtive in Southeast Asian and Pasific Prehistory. Canberra, pp. 201–212.

Soejono, R.P., 2008. Sistem-Sistem Penguburan Pada Masa Akhir Masa Prasejarah di Bali, Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Tanudirjo, D.A., 2006. “The Dispersal of Austronesia-Speaking-People and The Ethnogenesis People.” In Simanjuntak. Truman. dkk., ed. Austronesia Diaspora and The Ethnogenesis of People in Indonesia Archipelago. Jakarta: LIPI, pp. 83–98.

Triwurjani, R., 2018. Arca-Arca Megalitik Pasemah Sumatera Selatan: Kajian Semiotik Barthes Pertama. A. Akbar, ed., Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Triwurjani, R., 2016. Representation of Kettledrums at Several Megalithic Sites in Indonesia: The Relation With Southeast Asia. AMERTA JURNAL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ARKEOLOGI, 34 no.2, pp.115–128.

Wiradnyana, K., 2015. Budaya Austronesia di Indonesia Bagian Barat Dalam Kaitannya Dengan Migrasi Out Of Taiwan. Sangkhakala, 18 no. 1(1), pp.22–39.

HASIL DISKUSI

Tidak ada pertanyaan